DPR

[DPR][bleft]

MPR

[MPR][bleft]

DPD

[DPD][bleft]

DPRD

[DPRD][bleft]

Pimpinan Partai-Partai Negara Sahabat Temui Ketua DPR

Ketua DPR RI, Setya Novanto saat menerima pimpinan partai-partai negara sahabat. Foto: Iwan Armanias/Dpr.go.id

JAKARTA, KABARPALEMEN.COM- Ketua DPR RI, Setya Novanto menerima Pimpinan Parti-partai Negara Sahabat seperti China, Philipina, Korea Selatan, Singapura, Vietnam, Malaysia dan Timor Leste di ruang tamu Pimpinan DPR RI.

Novanto mengapresiasi Perwakilan Negara-negara sahabat yang telah datang dan mengucapkan selamat terhadap proses demokrasi dan politik yang baru terjadi di Indonesia, yakni dengan terpilihnya Pimpinan DPR, serta Presiden dan Wakil Presiden Indonesia yang baru.

“Selain mengapresiasi kedatangan dan ucapan selamat dari Negara-negara sahabat, saya juga mendengar beberapa masukan dan saran untuk segera ditindaklanjuti demi terjalinnya hubungan yang lebih erat lagi antara Indonesia dan Negara sahabat,”ungkap Novanto seperti dikutip situs resmi DPR.go.id (28/10).

Novanto menjelaskan,hal tersebut dapat tercipta melalui kerjasama diberbagai bidang, sebut saja kerjasama perdagangan dengan China dan Hongkong yang sejatinya telah dimulai melalui lawatannya ke China pada 2012 silam. Diungkapkan Novanto,ketika itu Presiden Xi Jinping yang belum terpilih menjadi Presiden menjanjikan berbagai kemudahan untuk masuknya produk-produk Indonesia, seperti kemudahan pajak.

Khusus untuk Malaysia, Novanto berharap agar UU Ketenagakerjaan khususnya yang menyangkut tenaga kerja asing dalam hal ini TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang bekerja di Negeri Jiran dapat diperbaiki. Pada kesempatan itu,Novanto juga berterimakasih kepada pemerintah Malaysia yang telah membebaskan Wilfrida Soik, TKW Indonesia asal NTT yang notabene merupakan daerah pemilihan Novanto itu dari hukuman mati.

Dengan Vietnam dan Laos, Novanto mendukung terselenggaranya kerjasama multi track, sementara dengan  Timor Leste yang bermaksud mempelajari sistem perpolitikan yang ada di Indonesia, sebagai Negara tetangga yang pernah menjadi bagian Indonesia, Novanto sangat menyambut baik keinginan tersebut. (Ayu/dpr)

Tidak ada komentar: