RI Buka Calling Visa warga Israel, BDS Indonesia ingatkan jasa Palestina kepada Indonesia - Kabarparlemen.com | Situs Berita Parlemen Indonesia

Post Top Ad

RI Buka Calling Visa warga Israel, BDS Indonesia ingatkan jasa Palestina kepada Indonesia

RI Buka Calling Visa warga Israel, BDS Indonesia ingatkan jasa Palestina kepada Indonesia

Share This
Jakarta, Kabarparlemen.com - Gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi Indonesia (BDS Indonesia) mengecam kebijakan Pemerintah Indonesia membuka Calling Visa untuk warga Israel. dan mengingatkan Pemerintah Indonesia akan sejarah dan jasa Palestina dalam kemerdekaan Indonesia.

Dalam rilisnya yang diterima Kabarparlemen.com, Senin (30/11) BDS Indonesia menegaskan bahwa kebijakan Indonesia membuka calling visa bagi warga Israel akan mencederai hubungan erat Indonesia - Palestina juga bertentangan dengan Undang-undang Dasar 1945 yang mengutuk segala bentuk penjajahan di atas dunia.

"Boikot, Divestasi, Sanksi Indonesia (BDS Indonesia) sangat mengecam setelah mengetahui laporan terbaru bahwa Indonesia berencana untuk melanjutkan penerbitan visa ke beberapa negara termasuk negara apartheid Israel". Kecam BDS Indonesia

BDS Indonesia juga mengingatkan pemerintah Indonesia agar tidak melupakan sejarah dan sumbangsi Palestina dalam kemerdekaan RI juga mengingatkan pesan yang pernah disampaikan pendiri bangsa, Ir. Seokarno yang menegaskan  akan terus mendukung kemerdekaan Palestina dan menentang penjajahan Israel.

"Sebagaimana yang kita tahu bahwa Palestina memiliki peran penting untuk Indonesia dalam mendapatkan kemerdekaan. Sejalan dengan perkataan mantan Presiden RI, Ir. Soekarno dalam pidatonya pada tahun 1962 “Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel,”. Tegas BDS Indonesia.

Berikut adalah rilis lengkap BDS Indonesia:

Indonesia Seharusnya Tidak Mengeluarkan Visa Kunjungan ke Israel
Boikot, Divestasi, Sanksi Indonesia (BDS Indonesia) sangat mengecam setelah mengetahui laporan terbaru bahwa Indonesia berencana untuk melanjutkan penerbitan visa ke beberapa negara termasuk negara apartheid Israel.

Kami menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah terpuji secara moral dengan tidak mengizinkan setiap warga negara apartheid untuk mengunjungi Indonesia.

Langkah tersebut akan sejalan dengan kedekatan hubungan erat antara Indonesia dengan Palestina dan dukungan kuat bagi perjuangan rakyat Palestina sejak Nakba 1948 dan sikapnya yang tidak mengakui Israel sebagai sebuah negara. Lebih lanjut, dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Republik Indonesia, antara lain, memuat pernyataan tegas bahwa Indonesia mengutuk dan sepenuhnya menentang segala bentuk penjajahan yang ada di dunia karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. DItambah lagi dengan sejarah masa lalu, sebagaimana yang kita tahu bahwa Palestina memiliki peran penting untuk Indonesia dalam mendapatkan kemerdekaan. Sejalan dengan perkataan mantan Presiden RI, Ir. Soekarno dalam pidatonya pada tahun 1962 “Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel,”.

Proyek Zionis saat ini di tanah Palestina sangatlah jelas, antara lain pembersihan etnis, pencaplokan wilayah, meyahudisasi Al-Quds, dan tentu saja penjajahan tiada henti sejak 1948, yang menyebabkan rakyat Palestina menderita.

Kami juga sangat mendesak pemerintah Indonesia untuk tidak menerima saran apa pun agar Indonesia menormalisasi hubungan dengan atau memberikan pengakuan diplomatik kepada Israel.

Indonesia adalah:
• Negara terpadat keempat di dunia
• Negara dengan populasi Muslim terbesar
• Anggota pendiri Gerakan Non-Blok
• Negara demokratis dengan hak pilih universal bagi warganya untuk memilih pemerintahan mereka. Ini sangat kontras dengan negara-negara Teluk yang zalim yang baru-baru ini melalukan normalisasi hubungan dengan negara apartheid.

Karena alasan di atas, setiap langkah Indonesia untuk mengakui Israel akan menjadi propaganda besar-besaran bagi negara apartheid dan untuk lebih lanjut akan memberikan izin untuk menjadikan Palestina di bawah proyek penjajahan dan pemukiman illegal yang semakin hari semakin meningkat.

Oleh karena itu, kami menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk mendukung semua langkah untuk mengisolasi negara apartheid, juga untuk memboikot negara apartheid dan pendukungnya dan menahan diri untuk tidak pernah mengizinkan masuknya orang Israel ke wilayah Indonesia selama Palestina masih berada di bawah penjajahan, dan untuk tidak pernah mengakui kedaulatan Israel.

BDS - Indonesia
30 November 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad