DPR

[DPR][bleft]

MPR

[MPR][bleft]

DPD

[DPD][bleft]

DPRD

[DPRD][bleft]

Zulkifli: Televisi harus menggalakkan nilai-nilai kebangsaan

JAKARTA, KABARPARLEMEN.COM -- Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menegaskan pers mempunyai peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Televisi misalnya adalah ruang publik yang diharapkan ikut menggalakkan nilai-nilai kebangsaan. Media itu tidak didominasi hanya dengan tayangan iklan partai, iklan komersial, dan sinetron yang tidak mendidik kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.

Demikian diungkapkan Zulkifli ketika menerima delegasi Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) PB HMI di Gedung DPR RI Jakarta, Kamis (11/2/2016). 

Kehadiran delegasi yang dipimpin oleh Muhammad Shofa itu terkait dengan kegiatan LAPMI yang mengundang Zulkifli Hasan dalam acara Munas yang akan digelar pada 26 -  28 Februari 2016 mendatang di  Depok, Jawa Barat.

Dalam acara yang dihadiri oleh seluruh pengurus LAPMI di tingkat Cabang dan Badko HMI seluruh Indonesia itu, Shofa berharap agar Zulkifli Hasan memberikan Sosialisasi 4 Pilar MPR. “Penanaman 4 Pilar MPR RI itu perlu ditanamkan kepada generasi muda. Apalagi saat ini ada upaya untuk mendekontruksikan NKRI. Untuk itulah kami menginginkan dalam Munas itu ada Sosialisasi 4 Pilar.  Itu penting karena peran pers dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan cukup startegis,” ungkap Shofa.

Karena itu Zulkifli Hasan sepakat dengan apa yang dikatakan Presiden Jokowi saat memperingat Hari Pers Nasional, di Lombok, NTB pada 9 Februari 2016 lalu, di mana presiden mengharap agar pers membangun sikap optimisme masyarakat. “Pers seharusnya mampu membangun rasa optimisme masyarakat dalam membangun negara ini,” ujarnya.

Apalagi kata Zulkifli, dalam era keterbukaan masyarakat Asean (MEA), persaingan yang terjadi tidak hanya dalam bidang ekonomi namun juga dalam bidang sosial, budaya, dan lain sebagainya. “Untuk itulah pentingnya bangsa ini menyiapkan segala hal termasuk peran pers untuk menguatkan ruh kebangsaan,” tambahnya.

Sikap optimistis bagi bangsa ini perlu ditumbuhkan, mengingat di tengah masyarakat  yang terancam dengan maraknya korupsi, tawar-menawar kepentingan, ingin cepat kaya secara instan, dan emosional sehingga mudah tersinggung saat ini, maka kata, Zulkifli Hasan dirinya pemerataan kesejahteraan. 

“Pemerataan kesejahteraan bukan dengan mengurangi orang kaya, namun bagaimana pengentasan kemiskinan itu menjadi lebih cepat, tepat dan benar-benar dirasakan oleh rakyat,” pungkasnya.  

Tidak ada komentar: