Eni Sumarni: Jabar Harus Siap Hadapi MEA - Kabarparlemen.com | Situs Berita Parlemen Indonesia

Post Top Ad

Eni Sumarni: Jabar Harus Siap Hadapi MEA

Eni Sumarni: Jabar Harus Siap Hadapi MEA

Share This
JAKARTA, KABARPARLEMEN.COM - Desember 2015 kesepakatan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan berlaku di sepuluh negara Asia Tenggara. Indonesia khususnya Jawa Barat tak ada alasan untuk tidak siap menjalankan kesepakatan perdagangan bebas tersebut. Untuk meneropong seperti apa kesiapan Jabar menghadapi MEA, KabarParlemen.com mewawancarai anggota DPD RI asal Jabar Dra. Ir. Hj. Eni Sumarni, MKes.

Selama beberapa kali kunjungan ke sejumlah daerah di Jawa Barat selama menjadi anggota DPD, apa yang Anda nilai terjadi perubahan sangat menonjol?

Saya kira pembangunan dalam bidang infrastruktur. Jabar sangat menggeliat dalam bidang infrastruktur kendati memang tidak merata. Saya nilai pembangunan infrastruktur di Jabar hampir 80 persen berjalan dengan baik.

Apa yang menjadi indikatornya?

Bagi saya sangat sederhana. Saya melihatnya dari pembangunan infrastruktur yang sedang dalam proses pembebasan lahan baik untuk jalan tol, jalan lingkar, penambahan jalur kereta api dan Bandara Internasional Kertajati. Saya malah optimistis bandara akan selesai sesuai target pada 2016.

Kalau dalam bidang ekonomi seperti apa progresnya di Jawa Barat menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)?

Memang untuk masalah ini terkendalam sumber daya manusia. Menghadapi MEA tantangan berat dihadapi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Terutama kualifikasi tenaga kerja yang rata-rata mayoritas lulusan SMP.

Pemerintah Provinsi Jabar dan juga pemerintahan di bawahnya memiliki tanggung jawab yang besar dan tantangan yang harus segera dihadapi. Desember 2015, MEA diberlakukan. Tak ada kata lain kita harus siap. Tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Apa yang bisa bisa Anda sampaikan untuk masyarakat Jabar agar tidak gentar atau grogi menghadapi MEA?

Sepuluh negara Asean telah menekan kesepakatan. Tak ada yang bisa berdalih lagi tidak siap. Termasuk masyarakat Jabar. Salah satu cara untuk dapat bersaing menghadapi MEA menurut saya Jabar harus dapat menawarkan karakteristik atau ciri khas daerahnya.

Saya berharap Jabar dapat menjadi sentra produksi barang mulai dari bahan baku hingga barang jadi dengan target ekspor. Saya juga berharap pembangunan tiga megapolitan di Jabar segera terwujud dan solid sebagai penyangga ekonomi ibukota yaitu Bogor, Depok, Bekasi, Karawang dan Purwakarta (Bodekarpu) kemudian Bandung Raya dan Cirebon Raya.

Ketiga megapolitan itu saya harapkan dapat meningkatkan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Jabar. Saya juga di DPD mendorong agar pemerintah pusat ikut andil dalam mewujudkan megapolitan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad